Dosen Pengajar : Ekki Kurniawan Hidrogen merupakan salah satu sumber energi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Hidrogen memiliki tingkat pembakaran 75% lebih baik dari pada bahan bakar fosil, sehingga lebih ramah lingkungan. Salah satu cara untuk mendapatkan Hidrogen adalah dengan cara elektrolisis air, yaitu proses pemisahan senyawa air (H2O) menjadi gas Hidrogen (H2) dan gas Oksigen (O2) dengan menggunakan energi listrik. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan sel surya Multicristal LA361J48 untuk melakukan proses elektrolisis. Tegangan yang dihasilkan sel surya dicatukan langsung ke elektroda untuk proses elektrolisis. Kemudian akan diamati pengaruh tegangan dan arus terhadap volume gas Hidrogen (H2) yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya volume gas Hidrogen yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh tegangan dan arus. Besarnya laju produksi gas Hidrogen yang dihasilkan pada elektrolisis air dengan menggunakan sel surya adalah sekitar ...
Geothermal | Key to the Carbon Neutral Future Panas Bumi merupakan sumber energi terbarukan alami yang dapat menghasilkan energi listrik. Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi banyak ditemukan di tempat dengan banyak gunung berapi seperti pada Daerah Vulkanik Taupo di Aotearoa, Selandia Baru. Magma dalam kerak bumi memanaskan air yang ada pada reservoar alami sehingga CO2 dari magma akan larut kedalam air. Ketika air panas tersebut naik, CO2 akan terlepas dari air dan keluar lewat kolam-kolam air panas atau keluar melalui tanah yang biasa disebut fumaroles. Dalam proses kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, air dan uap dialirkan melalui pipa dari reservoar bawah tanah lalu air dan uap akan dipisahkan pada Steam Separator. Uap tersebut akan memutar turbin yang akan menghidupkan generator yang akan membangkitkan energi listrik. Lalu air akan dikembalikan kedalam reservoar. Ketika air berubah menjadi uap, begitu juga gas CO2 sehingga ketika air dikembalikan ke reservoar,...