Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Tugas 4 selt

  1.berapa besar tegangan yang dibangkitkan, ditransmisikan,dan didistribukan, berapa besar tegangan beban, mengapa harus menggunakan trafo step up, step down jawab :           Pada bagan dapat diketahui bahwa tegangan pada pembangkit sebesar 150kV, sebenarnya 150kV tersebut diperoleh dari tegangan sutet (500 kV) yang diperoleh dari menaikkan tegangan dari pembangkit (150 kV) yang kemudian diturunkan kembali menggunakan trafo  step down , kemudian tegangan tersebut diturunkan melalui trafo step-down menjadi 20kV pada saluran distribusi. Terakhir, tegangan dari saluran distribusi akan kembali diturunkan menjadi tegangan standar rumah-rumah, yakni 380/220V. Dari sini tergambar dengan jelas bahwa trafo  step up  diperlukan untuk memperbesar tegangan sesuai dengan yang diperlukan selama pemakaian sehingga kuat untuk menunjang kebutuhan, sedangkan trafo  step down  dibutuhkan untuk menurunkan nilai tegangan sesuai dengan kapasi...

Tugas 3 selt

Nama : Daffa DhiyaUlhaq Nim :1102204415 Kelas : EL4408 1. Jelaskan peraturan-peraturan berkaitan dengan PLTS A! Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, setidaknya ada tujuh poin penting dari revisi Permen ESDM tentang PLTS Atap ini. Berikut penjabarannya: Ketentuan ekspor listrik Ketentuan ekspor listrik menjadi lebih besar dari yang mulanya 65% menjadi 100%. Menurutnya angka 65% yang saat ini berlaku dianggap tidak menarik bagi pelanggan. "Apa saja yang sebenarnya direvisi di dalam Permen tersebut, yang pertama adalah ketentuan ekspor dari 65% jadi 100%," paparnya dalam konferensi pers, Jumat (27/08/2021). Perlu diketahui, pada Pasal 6 Permen ESDM No.49 tahun 2018 diatur bahwa "Energi listrik pelanggan PLTS Atap yang diekspor dihitung berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor dikali 65%." Adapun kWh ekspor ini adalah jumlah energi listrik yang disalurkan dari sis...