Langsung ke konten utama

Tugas 1 Selt

 

Implikasi Protokol Kyoto Bagi Indonesia


Implikasi Protokol Kyoto bagi Indonesia

"Protokol Kyoto itu kesepakatan dunia yang menyadari bahwa perubahan iklim disebabkan oleh manusia. Itu penting sekali. Sebelumnya, tidak tahu masalah dari perubahan iklim dan tidak dipedulikan jadi negara-negara itu tidak sepakat. Ada suatu perundingan internasional yang berkesimpulan perubahan iklim terjadi karena manusia.”

Dalam laman tersebut dijelaskan, dampak nyatanya antara lain perubahan iklim menyebabkan satu wilayah dapat terjadi hujan secara terus-menerus, sementara wilayah lain terjadi kemarau berkepanjangan. Itu berarti, intensitas bencana alam yang meningkat: banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan. Suhu ekstrim pun berdampak membakar kulit manusia. 

Ironisnya, sekalipun dampak perubahan iklim telah terasa di Indonesia, Indonesia justru menjadi negara yang paling tak percaya dengan adanya perubahan iklim. Hal tersebut terungkap dalam survei YouGov-Cambridge Globalism Project 2019 yang menyasar lebih dari 25 ribu orang dari 23 negara di seluruh Eropa, Amerika, Afrika dan Asia pada bulan Februari dan Maret 2019. Indonesia menjadi negara dengan penduduk paling meragukan perubahan iklim (18 persen). Kemudian diikuti masyarakat Arab Saudi (16 persen), dan Amerika Serikat di urutan ketiga (13 persen).

Perubahan iklim yang terus memburuk, bahkan selama Protokol Kyoto berlangsung, menunjukkan bagaimana protokol tersebut tak memiliki dampak secara langsung. Terlebih, perjanjian yang seharusnya dijadikan landasan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan, justru jarang diimplementasikan.

Konflik Kepentingan jadi Penghambat Tentunya terdapat banyak faktor di balik sikap abai Indonesia terhadap masalah krisis iklim, termasuk Protokol Kyoto. Salah satunya adalah konflik kepentingan dalam jajaran pemerintah

sejumlah faktor penyebab perubahan iklim berasal dari industri besar, termasuk batubara. Proses pembakaran batubara untuk menjadi listrik melepaskan emisi, yakni CO2, yang mendukung pemanasan global. Tujuannya: untuk menghasilkan listrik. Namun, sebetulnya, ada cara yang lebih sehat bagi lingkungan daripada batubara, yakni melalui panel surya. Untuk menghasilkan listrik, panel surya terhitung hanya mahal di awal, tetapi tak perlu ada iuran lanjutan, dan sebagainya.

Jika sudah begini, Indonesia punya dua pekerjaan rumah besar: (1) menekan masalah emisi dan krisis iklim, termasuk implementasi dari Protokol Kyoto dan (2) mengurai konflik kepentingan yang jadi penghambat utamanya



RESUME KEBIJAKAN ENERGI BARU, ENERGI TERBARUKAN, DAN KONSERVASI ENERGI 

KONDISI ENERGI 2009 

Akses masyarakat terhadap energi (modern) masih terbatas:

Rasio elektrifikasi tahun 2008 sebesar 66% (34% rumah tangga belum berlistrik);

Pengembangan infrastruktur energi (daerah perdesaan/terpencil dan pulau-pulau terluar pada umumnya belum mendapatkan akses energi);

Pertumbuhan konsumsi energi rata-rata 7% pertahun, belum diimbangi dengan suplai energi yang cukup;

Ketergantungan terhadap Energi Fosil masih tinggi, cadangannya semakin terbatas;

Pemanfaatan energi terbarukan dan implementasi Konservasi Energi belum optimal;  

Keterkaitan dengan isu lingkungan:

Mitigasi perubahan iklim;

Perdagangan karbon;

Komitmen nasional penurunan emisi 26% pada tahun 2020;

Pendanaan untuk pengembangan sektor energi masih sangat terbatas.


ENERGY  SUPPLY SIDE MANAGEMENT

saat ini

Kebutuhan energi belum efisien

Kebutuhan energi tersebut dipenuhi dengan energi fosil dengan biaya berapapun dan malah disubsidi

Energi terbarukan hanya sebagai alternatif

Sumber energi terbarukan yang tidak termanfaatkan adalah menyia-nyiakan karunia Tuhan

kedepanya 

ENERGY DEMAND SIDE MANAGEMENT

Efisienkan kebutuhan energi

Maksimalkan penyediaan dan pemanfaatan energi terbarukan, paling tidak dengan harga pada avoided fossil energy cost, bila perlu disubsidi

Energi fosil dipakai sebagai penyeimbang

Sumber energi fosil yang tidak termanfaatkan adalah sebagai warisan untuk anak-cucu / diekspor


GREEN ENERGY CONCEPT:

Efisienkan Penggunaan Energi

Gunakan Energi Terbarukan

Gunakan Teknologi Energi Bersih untuk energi fosil maupun non-fosil

Dampaknya bagi Ketahanan Energi, Kesejahteraan Rakyat  

dan Pembangunan 

Berkelanjutan

ARAH KEBIJAKAN ENERGI 

Konservasi Energi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi di sisi suplai dan pemanfaatan (Demand Side).

Diversifikasi Energi untuk meningkatkan pangsa energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional (Supply Side).

STRATEGI PENGEMBANGAN EBTKE

STRATEGI DI SISI PENYEDIAAN ENERGI :

menerapkan mandatori Penyediaan EBT

meningkatkan penggunaan EBT

menggunakan bahan bakar yang lebih bersih (fuel switching) dalam penyediaan energi


STRATEGI DI SISI PEMANFAATAN ENERGI :

Menerapkan komitmen efisiensi pemanfaatan energi

menggunakan bahan bakar yang lebih bersih (fuel switching) dalam pemanfaatan energi

Menerapkan prinsip-prinsip hemat energi

memanfaatkan teknologi energi bersih dan effisien

Membudayakan sikap hidup hemat energi

AGENDA PENGEMBANGAN EBTKE

AGENDA UTAMA

Penyempurnaan dan Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan bidang EBTKE

Penyempurnaan Rencana Induk Diversifikasi dan Konservasi Energi

Peningkatan Efisiensi Pemanfaatan Energi

Pengembangan Panas Bumi

Pengembangan Bioenergi

Pengembangan Aneka Energi Baru Terbarukan

Pengembangan dan Penerapan Teknologi Energi Bersih

Peningkatan Kandungan Lokal dan Industri Penunjang EBTKE

Peningkatan Swadaya Masyarakat untuk Desa Mandiri Energi

Peningkatan Swadaya Masyarakat di kota melalui low carbon city (mis. Penggunaan solar cell dll)


AGENDA PENDUKUNG

Peningkatan kelitbangan EBTKE

Peningkatan kediklatan EBTKE

RESUME RENEWABLE ENERGY

Renewable energy is energy that is collected from renewable resources, which are naturally replenished on a human timescale, such as sunlight, wind, tides, waves and geothermal heat.   Waste-to-energy and anaerobic digestion are also done, but not discussed in detail here.

Waste – to – energy – Using waste as an energy source to generate electricity or heat; it is also a waste reduction method.

Anaerobic Digestions (biogas) - Anaerobic digestion is a biological process that produces a gas principally composed of methane (CH4) and carbon dioxide (CO2) otherwise known as biogas. These gases are produced from organic wastes such as livestock manure, food processing waste, etc and these gases can be used for process heating or electrical generation.

•Maine is endowed with plentiful bioenergy, wind, hydropower, ocean, and other renewable energy resources. 
•Non-hydro renewables are responsible for 32% of in-state generation, a higher percentage than in any other state in the nation.
Solar Energy

We use solar thermal energy systems to

•heat water for use in homes, buildings, or swimming pools
•heat the inside of homes, greenhouses, and other buildings
•heat fluids to high temperatures in solar thermal power plants

Solar photovoltaic devices, or solar cells, change sunlight directly into electricity.

The two main benefits of using solar energy are

•Systems do not produce air pollutants or carbon dioxide.
•Systems on buildings have minimal impact on the environment.


The main limitations of solar energy are

•The amount of sunlight that arrives at the earth's surface is not constant. The amount of sunlight varies depending on location, time of day, season of the year, and weather conditions.
•The amount of sunlight reaching a square foot of the earth's surface is relatively small, so a large surface area is necessary to absorb or collect a useful amount of energy.
Wind Energy
•Wind turbines operate on a simple principle. The energy in the wind turns two or three propeller-like blades around a rotor. The rotor is connected to the main shaft, which spins a generator to create electricity.
•Wind turbines are mounted on a tower to capture the most energy. At 100 feet or more above ground, they can take advantage of faster and less turbulent wind.
Wind turbines can be used to produce electricity for a single home or building, or they can be connected to an electricity grid for more widespread electricity distribution
•Advantages of Wind Energy 
–Clean and renewable source of power
–Cost effective
–Rapid growth of industry, large potential
•Disadvantages of Wind Energy  
–Wind reliability
–Threat to wildlife
–Noise and visual pollution
Tidal Energy
•Tidal Stream Generator
–Makes use of the kinetic energy of moving water to power turbines, in a similar way to wind turbines that use wind to power turbines.
•Tidal Barrage
–Tidal barrages make use of the potential energy in the difference in height between high and low tides.
•Advantages
–Clean fuel source compared to fossil fuels
–Domestic source of energy
•Disadvantages
–Tidal power can have effects on marine life. 
•The turbines can accidentally kill swimming sea life with the rotating blades.  
•Some fish may no longer utilize the area if threatened with a constant rotating or noise-making object. 
•Installing a barrage may change the shoreline within the bay or estuary, affecting a large ecosystem that depends on tidal flats.
Wave Energy
•Ocean waves contain tremendous energy potential. 
•Wave power devices extract energy from the surface motion of ocean waves or from pressure fluctuations below the surface.
•Advantages
–Renewable
–Environmentally friendly compared to fossil fuel energy
–Variety of designs to use
–Less energy dependence from foreign governments
•Disadvantages  
–Can affect the marine environment
–May disturb private or commercial shipping
–Dependent on wavelength for best operation
–Poor performance in rough weather
–Visual/noise issues
Geothermal Energy
•Direct geothermal energy can be accessed in areas where hot springs/geothermal reservoirs are near the surface of the Earth.
•Geothermal heat pumps utilizes a series of underground pipes, an electric compressor and a heat exchanger to absorb and transfer heat.
•Geothermal power plants also harness the heat of the Earth through hot water and steam. In these plants, heat is used to generate electricity. 
•Advantages
–Renewable energy
–Cleaner than burning fossil fuels
•Disadvantages  
–Cost of drilling, researching proper areas
–Requires a suitable location
Biofuels
•The two most common types of biofuels are ethanol and biodiesel.
•Advantages
–Easy to source
–Renewable
–Reduces greenhouse gases
–Reduced dependence on foreign energy
•Disadvantages
–Higher cost of production (lower supply than gasoline)
–Monoculture
–Shortage of food
Water Use

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 2 Selt

  Soal: 1. Di Rumah ada beban listrik sebagai berikut: 4 buah lampu masing 25 watt,  cos Φ 0,8; 1 buah AC masing 1100 watt,  cos Φ 0,8 1 Pompa air  500 VA,  cos Φ 0,8 Hitung daya total,  Listrik PLN rumah sebesar 2200 VA. Akankan MCB kwh meter nya Trip?     Jawab : Cos Φ = P/S menjadi S=P/CosΦ 1 Buah lampu = S=P/cos Φ = 25/0,8 = 31,25 Untuk 4 lampu maka, 4 x 31,25 = 125 VA 1 buah ac = 1100/0,8 = 1375 1 Pompa = 500 VA      Daya total yang didapat dari beban listrik tersebut adalah 2000 VA sedangkan listrik PLN rumah sebesar 2200 VA. Maka dapat disimpulkan bahwa MCB *kwhnya tidak trip.*  1. Di Rumah ada beban listrik sebagai berikut: 4 buah lampu masing 25 watt,  cos Φ 0,8; 1 buah AC masing 1100 watt,  cos Φ 0,8 1 Pompa air  500 VA,  cos Φ 0,8 1 buah kulkas 200 Watt, cos pi = 0,7      Hitung daya total,  Listrik PLN rumah sebesar 2200 VA. Akankan MCB kwh meter nya Trip? harga WBP =Rp 1...

Tugas 4 selt

  1.berapa besar tegangan yang dibangkitkan, ditransmisikan,dan didistribukan, berapa besar tegangan beban, mengapa harus menggunakan trafo step up, step down jawab :           Pada bagan dapat diketahui bahwa tegangan pada pembangkit sebesar 150kV, sebenarnya 150kV tersebut diperoleh dari tegangan sutet (500 kV) yang diperoleh dari menaikkan tegangan dari pembangkit (150 kV) yang kemudian diturunkan kembali menggunakan trafo  step down , kemudian tegangan tersebut diturunkan melalui trafo step-down menjadi 20kV pada saluran distribusi. Terakhir, tegangan dari saluran distribusi akan kembali diturunkan menjadi tegangan standar rumah-rumah, yakni 380/220V. Dari sini tergambar dengan jelas bahwa trafo  step up  diperlukan untuk memperbesar tegangan sesuai dengan yang diperlukan selama pemakaian sehingga kuat untuk menunjang kebutuhan, sedangkan trafo  step down  dibutuhkan untuk menurunkan nilai tegangan sesuai dengan kapasi...

Tubes Resume Youtube

                                                                                Resume Youtube Link Youtube : https://youtu.be/ax8bazR14hk     lampu berenergi air garam kalau disimak dari kalimat pada judul ini ini adalah Kalimat yang ini ditujukan untuk membuat penasaran orang sehingga membaca isi artikelnya namun Kalau kalimat ini tidak dijelaskan maka Hai judul Ini bisa memberikan informasi yang menyesatkan paint seperti pada berita-berita yang dulu ada lampu dari pohon kedondong atau pohon kedondong menghasilkan energi listrik atau pernah juga mungkin Hai ajjer UKM menghasilkan energi listrik Jadi sebenarnya jeruk menghasilkan energi listrik pohon kedondong menghasilkan energi listrik dan lampu berenergi air garam itu pada dasarnya ...